Home Pendidikan Cegah Jadi Penyumbang Pengangguran, SMK di Tangerang Didorong Tingkatkan Mutu dan Kompetensi

Cegah Jadi Penyumbang Pengangguran, SMK di Tangerang Didorong Tingkatkan Mutu dan Kompetensi

116
0
SHARE
Cegah Jadi Penyumbang Pengangguran, SMK di Tangerang Didorong Tingkatkan Mutu dan Kompetensi

TANGERANG,16NEWS-Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Tangerang terus didorong untuk meningkatkan mutu dan kompetensinya. Hal tersebut dilakukan oleh Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Tangerang melalui kegiatan Peningkatan Literasi Digital dan Sertifikasi Profesi berbasis K3 BNSP dengan menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dari PT. Intan Permata Indonesia (IPI) sebuah lembaga konsultan yang fokus pada bidang sertifikasi kompetensi dan pelatihan peningkatan kemampuan (skill). Kegiatan itu dilaksanakan di SMKN 4 Kabupaten Tangerang pada Rabu, (20/5/2026). KCD Pendidikan Wilayah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk menjalankan amanat regulasi Yaitu Peraturan Gubernur Banten Nomor 39 Tahun 2022 tentang Revitalisasi SMK.

Kepala KCD Pendidikan Wilayah Kabupaten Tangerang, Ahmad Suhaeri menyampaikan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini adalah penggunaan teknologi informasi. Menurutnya, jika penggunaan teknologi digital saat ini tidak disertai pengetahuan dan wawasan yang cukup maka akan mudah ketergantungan sehingga pada gilirannya manusia tunduk pada teknologi. Namun sebaliknya, ia berpendapat jika penggunaan teknologi digital disertai pengetahuan dan wawasan yang memadai maka pengguna akan bijak dalam bertindak dalam dunia digital.

Bagi SMK, Ahmad Suhaeri memandang perlu untuk menguasai teknologi dan digitalisasi. Sebab kompetensi dan mutu SMK saat ini banyak ditunjang oleh kemajuan teknologi modern. Karenanya, kemajuan tersebut menurutnya harus disertai dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten.

“SMK harus berbeda dengan sekolah umum lainnya, karena kompetensi dan keahlian siswa menjadi tolok ukur dari keberhasilan proses pembelajarannya,” kata Ahmad Suhaeri dalam sambutannya.

Hal senada dikatakan Kepala Seksi SMK dan SKh pada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Tangerang, H. Maksis Sakhabi. Pihaknya tengah menjalankan amanat regulasi yang mendorong SMK untuk selalu melakukan perubahan, utamanya yaitu pada aspek kompetensi dan Sertifikasi.

“Jadi, kita selalu mendorong SMK di Kabupaten Tangerang untuk naik kelas, artinya dibuktikan dengan Setifikasi Kompetensi dari BNSP atau lembaga sejenisnya,” Kata Maksis Sakhabi kepada wartawan.

Caban Dinas Pendidikan berkolaborasi dengan Lembaga Konsultan bidang Sertifikasi Kompetensi untuk memberikan pelatihan kompetensi serta sertifikasi kompetensi bertaraf perusahaan dan industri.”sekolah harus merumuskan langkah pengembangannya dengan meningkatkan taraf mutu dan kompetensi melalui up skilling,” tambahnya.

Akademisi Universitas Bina Bangsa Serang, Mailk Fatoni berpendapat bahwa jumlah pengangguran terbesar saat ini disumbang dari lulusan SMK. Artinya, menurut Malik SMK harus mulai berbenah diri untuk menjadi berkualitas. ”Jika mutu dan kompetensi sudah selaras dengan kebutuhan industri, lulusan SMK akan dicari oleh perusahaan untuk bekerja,” kata Mailk Fatoni

Konsultan PT. IPI, Dr. Radiyanto mengapresiasi langkah yang dilakukan KCD Pendidikan dalam mendorong SMK untuk lebih maju dan berkualitas. Ia mengatakan pihaknya siap menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah dalam membawa SMK di Banten menjadi sekolah vokasi unggulan dan siap diterima perusahaan-perusahaan.

Menurut Radiyanto, langkah ini sejalan dengan konsep Gubernur Banten Andra Soni yang konsep terhadap peningkatan mutu pendidikan. Diketahui, Gubernur Andra Soni tengah menggodok model sekolah unggulan vokasi di Banten yang link and match dengan kebutuhan industri.

“sekolah-sekolah harus menangkap apa yang sedang dilakukan Gubernur Banten, Pak Andra Soni. Ia serius ingin menciptakan SMK yang kompeten dan link and match. dibuktikan dengan kunjungannya ke SMK Mitra Industri MM2100 Cikarang dan mengundangnya kembali ke Serang untuk melanjutkan konsep yang digagas Gubernur,” Terang Radiyanto yang juga pakar pendidikan vokasi.

KCD Pendidikan dan Inti Permata Indonesia bersepakat untuk melakukan pendampingan kepada sekolah-sekolah dalam persiapan mendirikan LSP di setiap sekolah.

Kita membangun kolaborasi dengan dinas pendidikan untuk bersama-sama mengimplementasikan amanat Gubernur dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas SMK. Diketahui, di Kabupaten Tangerang terdapat 211 sekolah SMK dan kurang dari 10% yang sudah LSP.