TANGERANG,16NEWS-Sejumlah tokoh agama dan cendekiawan berkumpul di Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Minggu (24/5/2026) pagi hingga siang hari, para tokoh berkumpul membahas permasalahan kedaruratan moralitas di kalangan generasi muda yakni remaja dan pelajar SMA/SMK. Para tokoh berasal dari berbagai lembaga diantaranya Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabuapten Tangerang, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Forum DKM, dan sebagainya.
Permasalahan kedaruratan moral yang dituju adalah penyimpangan seksual seperti Lesbian dan Gay, tindakan kekerasan pelajar, pergaulan bebas dan minuman keras. Semua itu terjadi di banyak wilayah Kabupaten Tangerang. Ketua DDII Kabupaten Tangerang, Said selaku penggagas pertemuan para tokoh mengatakan Kabupaten Tangerang sudah dikatakan darurat moralitas remaja. Ia menilai perilaku menyimpang anak-anak remaja saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, gangguan kejiwaan mental hingga perilaku sex menyimpang kerap terjadi di sekolah-sekolah.
"Silaturahmi para tokoh ini akan menghasilkan rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah untuk kemudian dilakukan tindakan nyata," kata Said saat memulai diskusi dengan para tokoh.

Ia menilai bahwa di kalangan pelajar SMA//SMK sedang trend perilaku sex menyimpang yaitu lesbian dan gay. Menurutnya mereka terpengaruh dengan arus informasi dan globalisasi dunia yang mereka dapatkan melalui perangkat gawai.
Selain itu, Ketua ICMI Kabupaten Tangerang, H. Maksis Sakhabi juga berpendapat bahwa permasalahan sosial, mental dan spiritual generasi muda saat ini harus mendapat perhatian dan penanganan khusus dari pemerintah. Menurut Maksis jika mengandalkan peran dan tugas ulama saja tidak cukup namun ia menyarankan agar pemerintah membuat regulasi yang mengatur penanganan permasalahan sosial, mental dan spiritual generasi muda.
"Kita lakukan riset terlebih dahulu, permasalahan apa yang dikategorikan darurat, menengah dan seterusnya, agar kita dapat menyusu langkah konkret penanganannya," kata Maksis Sakhabi di hdpan forum diskusi.
Maksis Sakhabi juga mengatakan jika para tokoh yang berkumpul mewakili lembaga keagamaan ini membuat sketsa dakwah melalui riset maka bisa dipadukan dengan program pemerintah daerah melalui Bappeda untuk sinkronisasi pelaksanaan programnya yang selaras dengan hasil rumusan pimpinan organisasi Islam tersebut.
"Maka pertemuan ini harus diperluas lagi mengundang banyak organisasi keagamaan Islam, lalu kita padukan dengan Bappeda maka penanganannya bisa terkoordinir dengan baik dan tepat sasaran,"ungkap Maksis Sakhabi.
Sementara itu pertemuan ini juga dihadiri Perwakilan pemerintah Kabupaten Tangerang, yakni Asisten Daerah I, Prima Saras Puspa. Mewakili Bupati Tangerang yang berhalangan hadir, Prima Saras Puspa menyambut baik adanya inisiasi para tokoh membahas persoalan ummat di Kabupaten Tangerang. Menurutnya hasil pertemuan itu harus berbentuk rekomendasi agar bisa diselaraskan dengan program pemerintah. Ia juga mengharapkan adanya sinergi yang baik antar para ulama, cendekiawan dengan pemerintah Kabupaten Tangerang.
Prima juga mengatakan Pemkab Tangerang saat ini sudah melakukan pembinaan kepada generasi muda dan pelajar. Bahkan Pemkab Tangerang memberikan beasiswa kepada para pelajar hingga ke luar negeri.
"Kita arahkan pelajar kita untuk berprestasi dan kita siapkan beasiswa," kata Prima Saras Puspa.
Pria juga mengakui adanya kedaruratan oralitas remaja, perilaku sex menyimpang menjadi perhatian pemerintah karena telah merasuki kalangan generasi muda di Kabupaten Tangerang. "Kedepan, kami bisa sinergi dengan para pimpinan lembaga keagamaan Islam untuk mengatasi ini dengan lebih konkret," tambahnya.










LEAVE A REPLY